Sepatah Kupukupu

malam itu, sobat

kukirimkan kupu

yang hinggap di jejala lapangan gergasiku

hanya ada cicicuit lombok ijo cicicuit lombok abang

minus sang kriting

sebab tebal kulitnya menyerupa landak di lidah

menusuk dan mati rasa

karena bijinya membeling menderes mata

darah merinai

bukan denting harpa

cuma cucuk pelatuk woody

TARR…TARRR…

dan gambang itu membunyi requim

untuk kaki-kaki pelayat di tepi lain keranda

 

malam itu kukirimkan kupu

yang kutangkap dari kurusetra semestaku

yang mungkin akan tersangkut di reranting cemara natal

lantaran gemerincing lonceng

tak bersedia mengudara bagi yang tak purna

bongkah kehilangan masa

ringkih meniriskan amis

 

malam itu kukirimkan kupu

berharap kau tau

bahwa untaian pasir yang melekatinya bukan pasir putih pantai

itu serpih yang darinya kehidupan berasal

berhibernasi dalam waktu tanpa satuan

yang kini sulurnya terselipkelindan

dalam satuan panjang tanpa meteran

 

malam itu kukirimkan kupu

yang darinya pasir putik bernama

menemu makna

 

kupu itu mungkin bukan kupukupu

hanya keliman sepenggal waru

atau, kupu itu bukan apa-apa

 

*sekedar gumaman di kelas tauhid di atas kursi berderit

Advertisements