Menghidupi Masa Lalu I

Bese dan anaknya mati. Berita basi. Tapi emang ini ditulis pas lagi marak2nya Bese alm. masuk tipi. Pas hari itu juga aku melihat dengan mata kepalaku sendiri kebaikan seorang teman. Dia hanya buruh pabrik suatu perusahaan konveksi dengan gaji tak lebih dari setengah juta sebulan. Bapknya nganggur. Masnya hanya menjadi tukang sapu di kantor polisi dengan bonus perlakuan sangat tak menyenangkan. Ibunya membuat tempe. Adiknya masih sekolah. Keluarga kecil yang sesungguhnya. Dengan postur tubuh yang ceking. Bias bayangkan seseorang dengan tinggi 155 bertanya berkisar antara 30-35 Kg, tergantung kondisi kesehatannya. Rumahnya? Ngga akan nyanga dengan keadaan seperti itu dia bisa beramal kepada banyak teman yang ‘membutuhkan’. Setiap minggu gajian,, pulsa sepuluhribu dari semua operator dia kirim ke teman2nya seindonesia raya. Setiap Sabtu. Saran saya, janganlah kalian melihat rumahnya, sebab nanti akan timbu iba yang sangat. Cagaknya yang menghitam termakan masa keliahatan ringkih, wuwungannya rendah. Kusam. Tapi hati keluarga ini benar2 luar biasa mulia. Meski hanya pulsa. Seandainya tetangga Bese ada yang serupa tiwi, sahabat saya ini, maka alm. tidak akan setenar ini usai meninggal, sebab konon, daerah Bese adalah daerah lumbung padi. Apa lagi pemerintah mau seroyal tiwi, ngga ada yang kelaparan, harga2 ngga bakal naik, pendidikan gratis..tis..tisss

Advertisements