NGGA DA MATINYA!

Itu kalimat paling pas untuk episode Cerita mereka. Masih ingat dong goro-goro Dhani minta Maia milih ratu ato keluarga? Sampai bang jenggot ini ngadu ke presiden. Presiden mana yak? Bukannya dia udah jadi presiden Republik Cinta? Yangga lah. Bang jenggot ini ngadunya ke bapak SBY, presiden Kita, presiden Republik Indonesia raya yang merdeka. Apa abang satu ini ngga inget pak SBY punya 250 juta abang2 lainnya? Sungguh terlalu!!1 Dan, jangan lupakan tandingan Maia tentang issu kekerasan dalam rumah tangga! Dhani yang selingkuh (atau sebaliknya, Maia yang punya PIL). Sampai m(W)ulan mensomasi karena kerkacauan honor? Belum cukup sampai di situ, ketika Maia mengganti ratu dengan (yang tadinya dengan embel-embel yang menurut saya lebih keren dengan ini MAHA) MAIA. Ternyata saudara-saudari. Masih ada gossip yang tergres (saat tulisan ini dibuat) bahwa mba Maia memplagiat AKU MAU MAKAN KU INGAT KAMUnya Ririn S ato Dina Mariana yang ngetop era 80an.

Coba simak ke duanya, dan rasakan bedanya (korban iklan nih,yee). Lha emang beda banget. yang namanya menjiplak dan bias diajukan ke HAKI (hak atas kekayaan interlektual) terjadi adalah yang punya kemiripan sebanyak delapan bar (saya sendiri kurang tahu BAR ini artinya apa. Yang tahu, kasi tahu dong!!!). rasa-rasanya Maia dengan pendidikan dan kreasinya tahu mana yang memalukan mana yang membanggakan.

untuk perkara album, manalah mungkin ia bersedia memperolok diri dengan memplagiat. wong di dipan mbah Dhani aja ngga mau, apa lagi ini? poin yang ia bilang sebagai pembuktian kepada dunia bahwa mba cantik satu ini bias berkata BISA? Malu dong kalo udah katakana Bisa lau ditambah MAAF.

Mari kita telisik dengan metode barangkali. Mungkin ngga ini adalah kasus buatan Dhani untuk merong-rong kehidupan Maia. Bisa aja kan dani menganut filsafat kalo gagal sebagai suami istri kenapa ngga bias sebagai kucing dan anjing?

Tapi kalo dilihat, eh, didenger, ding. Lagu EGP (emang gue pikirin) ada mirip2nya sama elevation-nya U2. tapi reffnya tox. Namun, mari kita agak sedikit melunak. Artinya berdiri di sisi yang wajar. Ngga Dhaniholic banget ato Maiaersmania. Kalo dianalogikan kerja Mai dengan editor yang menyatukan penggalan tulisan jadi karya baru. Penggalan-penggalan itu tak menjadi karya tanpa tangan yang merangkai.

Advertisements