AMBIVALENSI

Apa yang dipikirkan dhani tentang management republic cintanya(MRC)nya? Wabilkhusus jeng Mulan Jameeeeeeeela. Konsepnya sih iya timur tengah bo’. Tapi tunggu dulu. Konsep yang mana nih? Kayaknya keseluruhan deh. Ya musiknya, ya kostumnya, ya rokok yang kayak teko itu, ya….

Kostum? Itu bukannya kostum punya India, ya? Indianya shahrukh khan to? Yang keliatan udelnya, yang kerudung tipis dan berkibar-kibar kayak bendera plus full colour gitu itu? Emang India yang itu masuk timteng? India yang itu mah masih tetangga kita kali. Di Asia-asia juga, kamu lurussss, trus belok kanan. Tunggu lampu merah dulu. awas ada pak polisi! Kalo konsepnya ratu timur tengah, kenapa ngga pake CLEOPATRA sekalian? Yang tanggung2 kayak gini jadi kayak kodok. Dipermalukan mahluk darat, tapi malu masuk ke air. Jadi deh sang kodok duduk diem dahar di atas daun.Barangkali mas jenggot ini ngga liat atlas, liatnya, bagian mba mulan yang mana yang bisa di jual? Udelnya kah? Jarang-jarang kan orang Indonesia pamer udel? Tapi kalo mau pamer undel kok ya ditutupi? Malu kali, ada gelambirnya. Pernahkan kamu memperhatikan bagian perut mulan pas dia turun dari tangga berkostum emas, sobat? Ada kan gelambirnya. Saya ngga bohong. Kalo nga percaya, beli aja. Tapi yang bajakan. Jangan yang asli. Sayang . wong hampir semuanya REMAKE. bedanya cuma ada desah. ini kali yang dijual.

Inilah yang akan kita bahas. Ambivalensi. Menurut kamus popular terbitan LINTAS MEDIA, ambivalensi artinya kebingungan dalam menentukan dua perasaan yang tiba-tiba muncul. Perasaan bertentangan. Sudah tahukan, sobat? Kalo belum (konfirmasi sekaligus persuasi) akan kita coba bedah disini.

Dulu dhani melarang MAia pake rok mini, itu jauh sebelum ada issu PIL dan WIL. Dan maia mensiasatinya dangan stoking jarring, sodara-sodari. Nah lo!!! Sekarang, gandeng yang indah dari mulan harus ditutup, (tutup yang seperti apa dulu? dalam islam, apa lagi sufisme yang ditaati dhani, tutup itu ya, tebel, ya longgar. Bukan tebel tapi rapat. Kaya lemper aja nantinya) maka harus ada taktik lain untuk memuaskan hasrat (hasrat siapa hayooo) su’udzan saya, sobat cukup cerdas untuk hal ini. Maka tidak perlu kita bahas.

Kita lanjut, dhani bingung, apa mau pake metode sufisme atau menuruti pasar? kalo pure pasar oriented, barangkali mbah Habib yang dari Amrik kontak dhani dan nyuruh istighfar beryuta-yuta kali. kalo sufisme? malu dong. Bisa2 penjualan mulan kalah sama mba Maia. Nah akhirnya, jadilah itu album MUALAN JAMEELA= orgasme Gandhi (pake huruf kecil aja biar ngga nyolok). Sufisme berbalut sensasi gimannnEEE gitu. Lha mau gimana lagi? Mungkin beliaunya bingung sampai bisa -bisanya berkilah, ah itukan dunia panggung? Lha dia lupa kali sama WORLD IS A STAGE, dunia itu panggung sandiwara. Barangkali juga seeeh

Advertisements