tentu saja iya. karena itu yang dikatakan teman saya untuk hari pertama masuk kuliah. dan lagi2 postulat i don’t like monday berlaku.
sebenarnya udah basi karena sekarang hari sudah hari rabu. kemaren pas mau posting dengan judul ini ngga bisa karena koneksi yang aneh. boalk-balik posting ngga berhasil terus.
nyerah. pas dicari datanya di mana udah ilang. good bye posting liburan.
ngga penting banget sebenarnya, tapi mo gimana lagi?
March 26, 2008
March 18, 2008
The last prayer’s of pretender
aku purapura tak keberatan kau diam
lantaran diam bukan sinonim bisu
ketakmampuan memverbakan segala atau sejenis phobia apa
tak ada apa-apa
menunggu jawaban kau bilang
tak ada pertanyaan kujawab
menanti yang tak datang kau geram
tersesat aku diam
aku purapura tak keberatan kau diam
sebab sejak awal mula akulah pencerita
darimu titik seringnya tanda tanya
atau senyap kadang kala
kupilih bedak termahal untuk senyap itu;
tertawa untuk sebuah ceruk luka
berpura-pura kau ada, mengudara, mengisi sebelah paruku
aku purapura tak keberatan kau diam
hingga hanya tersisa doa
pada tuhan yang merahimi
semoga ia tak lupa
pada episode ‘Tersesat di Langit Bersama’
aku tak keberatan kau diam
sekalipun mesti kukecap samudra putus asa dengan rasa amnesia
sekalipun aku tak bisa berpurapura untuk kehilangan
siapapun lagi
March 13, 2008
pelukis atau kuas
Kemarin saya berseteru dengan salah satu teman chat YM saya. Bab pelukis. Apakah bahasa Inggris dari pelukis, apakah painter ato paintist, mengingat coocker adalah alat masak dan writer adalah penulis. So, panjang lebar, luas, hampir mengalami perceraian. Akhirnya diputuskan jalan damai, mencari moderator. That was dictionary. Dan saya salah. Pelukis adalah painter. Hal ini dikarenakan saya terhegemoni ujaran mas lilik, direktur bengkel sastra (komuntas sastra) di tempat saya. Bahwa Picasso adalah seorang paintist. Ooo kamu ketahuan…. O:-)
March 12, 2008
Terakhir
“teman saya datang ke badan penerjemah, sudah bayar 700 ribuan. Tapi hasilnya masih unreadable. Light Purple aja jadi ungu cerah”
“kan dah bener, bu’?”
“bener apanya, wong itu nama orang.” Glek!
“bonus kali bu’, kan udah bayar mahal.” Gerrr…
Itu sekelumit cerita dari kuliah perdana translation-ny Bu Tar, selanjutnya disingkat BT. Bahwa translation itu sulit.Dan saya sukses memeberikan kesan yang paling berkesan. Setelah berhasil masuk telat setengah jam, sukses duduk di deret pertama lengkap tanpa membawa modul.
“Lima menit, maksimal kalian menerjemahkan teks halaman 1.”
Makasih, bu. Dan saya hanya bisa menikmati paket lengkap Trio Ye; hungry, thirsty, sweaty. jam tiga siang, bo!! dan hanya dapat logistik dari sarapan pagi! Setelah bereksperimen dengan berbagai macam gaya dan ekspresi, saya akhirnya memutuskan membuka binder halaman terakhir. Semoga ini bukan halaman terakhir saya masuk kelas BT
March 12, 2008
Muskot ppmi di tangan kami (lagi) PPMI (perhimpunan pers mahasiswa Indonesia) bakal ngadain Muskot, alias Musyawarah Kota nanti tanggal 27 sampai 28 Maret. Itu artinya dua minggu lagi. Dan kemarin baru mengadakan rapat koordinasi pertama! Dahsyat, kan? Dua minggu, dan kami berani jamin bahwa acara bakal lancar, berlangsung bebas tanpa hambatan. Garansi uang kembali (more...)
March 11, 2008
Curhatan Yang Ngga’ Jadi
Hari ini saya merasa konteks adil itu emang seharusnya sama rata, bukan proporsional. Bullshit itu. (more...)
March 11, 2008
Kamar Pesakitan
inilah benang yang disajikan pada kita
sepret kentut sepegal mesra selarit komedi segaruk gatal
semampat pengap sedebu abu yang
merumbai


