Ceracau sunyi senja hari
setelah mengokang mimpi
aku wudlu dipancuran sepi
kugelar sajadah di bawah senja
makmum pada segala semak yang ada tanpa mengapa
kurapal putus asa lewat igauan doa
lalu kutengadahkan tangan dan hatiku
setelah sebelumnya
menyambangi palung paling pilu dari bumi
dan meracau salam pada rakib atid
Gusti, aku butuh api
tak perlu abadi
agar bisa kubakar nasi
untuk membaca hari yang tak selalu rapi
malam ini


