Friday, May 9th, 2008


Ceracau sunyi senja hari

setelah mengokang mimpi

aku wudlu dipancuran sepi

kugelar sajadah di bawah senja

makmum pada segala semak yang ada tanpa mengapa

kurapal putus asa lewat igauan doa

lalu kutengadahkan tangan dan hatiku

setelah sebelumnya

menyambangi palung paling pilu dari bumi

dan meracau salam pada rakib atid

Gusti, aku butuh api

tak perlu abadi

agar bisa kubakar nasi

untuk membaca hari yang tak selalu rapi

malam ini

; sepi.

aku hanya ingin menceritakan hari

dengan jempol yang tak begitu lincah menari dia atas tuts komputer

dengan doa yang kaku terlafalkan

dan secarik mimpi yang terabai

kemudian

kuketuk alamat jenak

dengan sisa kata yang tersia

tok tok tok; sepi.