Tawa Itu Ada Tanpa Mengapa

Salah seorang kawan saya sedang berbahagia, sangat bahagia mungkin, mengingat anugrah yang Tuhan berikan empat sekaligus dalam satu waktu; uang, kemasyhuran, jabatan dan perempuan. Lalu minggu lalu ia mengadakan acara makan-makan, sejenis even berbagi kebahagian.

Ketika dipaparkan kebahagiaannya satu persatu, saya mendesah dan gelisah. Meski begitu saya tetap tertawa mengikuti irama pesta. (more…)