lima minggu sudah saya lalui jalan sunyi ini

Lima minggu sudah saya lakoni, meminjam istilah pak edi, jalan sunyi

‘wong kok senengane ndewe’ itu komentar teman saya tiap kali saya berlari. Maka gelar ‘cah ilang’, ‘eksklusif’ dst, dst pun disematkan pada saya. Padahal, demi allah! (ini tidak main2, huruf qosam, lho) tida pernah terlintas sedikitpun di benak saya untuk menyendiri, menyingkir dari peredaran ‘no one like to be alone’ kalo avril bilang. Jalan itu dating sendiri pada tanpa saya memanipulasi semesta. Hingga saat ini sudah tercatat dua kali saya harus minta ijin keluar sebelum kelas usai. Lho? Lho banget memang. (more...)