Heboh MUSMAJU
Lagi hebring pemilu kampus. Pesta demokrasi di kampus. Sekarang IAIN semarang mo punya hajatan demokrasi. Tapi menurut sumber yang bisa dipercaya, system kali ini beda. MUSMAJU. Dengan segala ketentuan yang konon dipegang kajur (ketua jurusan). Menurut Nay, reporter yang ditugasi membedah perubahan system, hal ini lumayan baik. “itung2 memberi tugas kajur yang selama ini ngga jelas ngapain kerjanya”. Pendapat ini mendapat sanggahan yang agak menyimpang. Bahwa jika semuanya harus atas persetujuan birokrasi kampus, maka hak mahasiswa untuk belajar demokrasi hilang. Verifikasi, ketentuan calon yang kudu punya IP minimal 3,25 mambuat pening aktipis kampus yang hobinya berpulitik ria. Hal ini menjadi hal biasa bagi Ela, “malah bagus, dong, masa pemimpin ngga bisa punya nilai yang lumayan mumpuni lagian, kalo semuanya ada pengontrol kan baik. Apapun itu kalo kebablasan, ya….” Seperti inilah kira2 pendapat mahasiswa berprestasi. Surga hanya ada bagi manusia yang tidak mempunyai impian, kata Sosiawan Leak. Bagaimana menurut anda?
March 25, 2008 at 8:44 am
wah… ni jadi jeritan hati u ya…
q salut u tungkan semua kegelisahan hati u pada media yang tepat… tapi… masalah hati mana???
to comen buat musmaju…
mungkin kali pertama buat IAIn mengadakan Musmaju yang sesuai dengan SK Dikti. menghapus sistem partai menjadi sistem jurusan. sebuah impian yang mulia mau mengedepankan sisi intelektual yang memang sudah sepatutnya ditonjolkan dalam dunia akademik. terlebih citra IAIN yang sekarang ini seolah terpontang panting dengan zaman. menurut saya adalah terpotang panting mengikuti dunia pasar dalam hal ini ya pasar penvetak guru yang profesional…meskipun IAIN besic agama tulen tapi pasar telah menuntutyang lain ilmu eksak pun harus dijelajahi bahkan wajib untuk mencetak ilmuan muslim yang jenius dalam ilmu dunia. untuk itu IAIN menjawab permintaan pasar dengan merintis prodi tadris…???sudah siapkah… pilot projek siap diterima di pasaran???
kok ngelantur ya… kembali ke Musmaju yang awalnya terkesan serba dadakan dalam waktu 2 bulan saja BEM I siap mengawal demokrasi kampus… sehingga kehawatiran dari senior mahsiswa yang mengalir darah organisasi tulen merasa ketar-ketir…tapi dalam hasil akhirnya pun… kesimpulan tetap sama… apatisme mahasiswa pada umumnya masih mendomonasi. sehingga Musmaju terkesan hanya sebuah perubhan nama yang semula Pemira….