Musyawarah Wilayah Dan Seminar Jurnalisme Ekonomi Kerakyatan PPMI
Agak Kacau
Kiki, sie konsumsi tidak tidur dua hari dua malam.
Syakur, ketua OC kurang lebih sama dengan kiki, hanya sedikit agak malang dengan intimidasi dari salah satu anak UNNES yang mengirim SMS bahwa tema ekonomi tidak cocok untuk kaum jurnalis. Syakur gentian membalas bahwa tema ditentukan oleh SC, dan ia yakin, narasumber tahu audiens-nya seperti apa, maka bisa dipastikan akan memakai istilah yang ringan dan understandable. Sekalipun Syakur tahu juga, ia tidak mempunyai wewenang ilmiah dalam menjawab karena tema ditentukan oleh jajaran panitia SC yang mana rapatnya juga diadakan di kampusUNNES juga. Ah, semoga mba’ yang ngasih saran ini tahu dan segera mengkroscek.
Hari H, kamis 27 April, semuanya lemes. Saya yang menulis ini juga ikut-ikutan lemes. (more…)
tentu saja iya. karena itu yang dikatakan teman saya untuk hari pertama masuk kuliah. dan lagi2 postulat i don’t like monday berlaku.
sebenarnya udah basi karena sekarang hari sudah hari rabu. kemaren pas mau posting dengan judul ini ngga bisa karena koneksi yang aneh. boalk-balik posting ngga berhasil terus.
nyerah. pas dicari datanya di mana udah ilang. good bye posting liburan.
ngga penting banget sebenarnya, tapi mo gimana lagi?
The last prayer’s of pretender
aku purapura tak keberatan kau diam
lantaran diam bukan sinonim bisu
ketakmampuan memverbakan segala atau sejenis phobia apa
tak ada apa-apa
menunggu jawaban kau bilang
tak ada pertanyaan kujawab
menanti yang tak datang kau geram
tersesat aku diam
aku purapura tak keberatan kau diam
sebab sejak awal mula akulah pencerita
darimu titik seringnya tanda tanya
atau senyap kadang kala
kupilih bedak termahal untuk senyap itu;
tertawa untuk sebuah ceruk luka
berpura-pura kau ada, mengudara, mengisi sebelah paruku
aku purapura tak keberatan kau diam
hingga hanya tersisa doa
pada tuhan yang merahimi
semoga ia tak lupa
pada episode ‘Tersesat di Langit Bersama’
aku tak keberatan kau diam
sekalipun mesti kukecap samudra putus asa dengan rasa amnesia
sekalipun aku tak bisa berpurapura untuk kehilangan
siapapun lagi
pelukis atau kuas
Kemarin saya berseteru dengan salah satu teman chat YM saya. Bab pelukis. Apakah bahasa Inggris dari pelukis, apakah painter ato paintist, mengingat coocker adalah alat masak dan writer adalah penulis. So, panjang lebar, luas, hampir mengalami perceraian. Akhirnya diputuskan jalan damai, mencari moderator. That was dictionary. Dan saya salah. Pelukis adalah painter. Hal ini dikarenakan saya terhegemoni ujaran mas lilik, direktur bengkel sastra (komuntas sastra) di tempat saya. Bahwa Picasso adalah seorang paintist. Ooo kamu ketahuan…. O
Terakhir
“teman saya datang ke badan penerjemah, sudah bayar 700 ribuan. Tapi hasilnya masih unreadable. Light Purple aja jadi ungu cerah”
“kan dah bener, bu’?”
“bener apanya, wong itu nama orang.” Glek!
“bonus kali bu’, kan udah bayar mahal.” Gerrr…
Itu sekelumit cerita dari kuliah perdana translation-ny Bu Tar, selanjutnya disingkat BT. Bahwa translation itu sulit.Dan saya sukses memeberikan kesan yang paling berkesan. Setelah berhasil masuk telat setengah jam, sukses duduk di deret pertama lengkap tanpa membawa modul.
“Lima menit, maksimal kalian menerjemahkan teks halaman 1.”
Makasih, bu. Dan saya hanya bisa menikmati paket lengkap Trio Ye; hungry, thirsty, sweaty. jam tiga siang, bo!! dan hanya dapat logistik dari sarapan pagi! Setelah bereksperimen dengan berbagai macam gaya dan ekspresi, saya akhirnya memutuskan membuka binder halaman terakhir. Semoga ini bukan halaman terakhir saya masuk kelas BT
Muskot ppmi di tangan kami (lagi) PPMI (perhimpunan pers mahasiswa Indonesia) bakal ngadain Muskot, alias Musyawarah Kota nanti tanggal 27 sampai 28 Maret. Itu artinya dua minggu lagi. Dan kemarin baru mengadakan rapat koordinasi pertama! Dahsyat, kan? Dua minggu, dan kami berani jamin bahwa acara bakal lancar, berlangsung bebas tanpa hambatan. Garansi uang kembali (more…)
Curhatan Yang Ngga’ Jadi
Hari ini saya merasa konteks adil itu emang seharusnya sama rata, bukan proporsional. Bullshit itu. (more…)
Menyelami Nama Diri
Rakkaustarina. Jadi ingat novel kedua pak jamal (novel pertama juga, ding,). Lumayan membosankan. Maksudnya, Pak Jamal luar biasa sabar. Wong yang baca aja bosen, gimana nulisnya,ya? Bukan apa2, sebab novel ini jadi keliatan ngiklanin Finlandia, negaranya Nokia dengan seribu saunanya. Dan sejahteranya.
Ada yang menarik buat saya, Fifay. Hehe… bukan apa2 juga sih, Cuma dikit kesentil. Harap diketahui sebelumnya bahwa saya menamai diri fay bukan disebabkan karakter bikinan Pak Jamal itu (sekalipun ada kemiripan nasib), tapi murni karena si Tyo. Tapi kalo Tyo manggil saya karena fiFay? Tambah ngga mungkinnya, sekalipun dia baca lousiana-lousiana yang terbit di tahun 2003? Yak. Sebab kami masih SMP, dan lulus SMP tahun 2002. Jika demikian, berarti yang njiplak Pak Jamal, dong? Bisa jadi. Tapi saya ngga pengenmemper -panjang perdebatan soal nama. Yang mau saya bahas adalah ekspektasi manusia atas sesuatu yang bukan apa2nya. (more…)
Heboh MUSMAJU
Lagi hebring pemilu kampus. Pesta demokrasi di kampus. Sekarang IAIN semarang mo punya hajatan demokrasi. Tapi menurut sumber yang bisa dipercaya, system kali ini beda. MUSMAJU. Dengan segala ketentuan yang konon dipegang kajur (ketua jurusan). Menurut Nay, reporter yang ditugasi membedah perubahan system, hal ini lumayan baik. “itung2 memberi tugas kajur yang selama ini ngga jelas ngapain kerjanya”. Pendapat ini mendapat sanggahan yang agak menyimpang. Bahwa jika semuanya harus atas persetujuan birokrasi kampus, maka hak mahasiswa untuk belajar demokrasi hilang. (more…)
Kamar Pesakitan
inilah benang yang disajikan pada kita
sepret kentut sepegal mesra selarit komedi segaruk gatal
semampat pengap sedebu abu yang
merumbai